TETI LAB SKILL
Nama saya Mukhamad Burhanudin. Saya merupakan mahasiswa baru
UGM jurusan teknik elektro. Asal saya dari Tegal, sebuah kota yang terkenal
akan warung makannya, yakni warteg.
Orang Tegal juga terkenal akan logatnya saat berbicara, yang sering dikenal
dengan istilah ngapak.
Saat mulai memasuki lingkungan DTETI (Departemen Teknik
Elektro dan Teknologi Informasi) tentunya saya menjumpai berbagai hal yang baru
dalam hidup saya. Di DTETI saya mulai menemui teman baru, pengajar baru, serta
ruangan baru. Ruangannya pun bermacam macam, salah satu jenis ruangan yang
harus saya kenali adalah laboratorium. Saya tak akan bisa menjelajahi dan
mengetahui letak serta kegunaan setiap ruang laboratorium tersebut. Oleh karena
itu saat awal perkuliahan, mahasiswa baru DTETI diberi bekal tentang dunia
perkuliahan. Pembekalan tersebut dinamai TETI LAB SKILL (TLS). Sangat banyak
kegiatan yang saya jalani. Mulai dari perkenalan dosen serta karyawan yang ada di
DTETI, perkenalan ruang laboratorium yang difasilitasi oleh UGM untuk menunjang
pemahaman mengenai suatu pelajaran, perkenalan kegiatan yang terdapat di DTETI,
serta masih banyak lagi.
Kegiatan yang diselenggarakan pada acara TLS sangat banyak
manfaatnya, contohnya saja pada minggu kedua TLS. Saat itu mahasiswa baru
diberi tugas oleh panitia untuk membuat suatu program menggunakan bahasa C,
membuat suatu karya menggunakan arduino, serta merangkai lampu LED pada papan
PCB. Awalnya saya tak tahu apa apa tentang tugas tersebut, malahan saya baru
mendengar kata kata tersebut. Saya tidak tahu apa itu arduino, bagaimana cara
membuat program menggunakan bahasa C, apalagi untuk merangkai lampu LED,
memegang solder pun belum pernah. Pemberian tugas tersebut bukan semata mata
untuk memberatkan mahasiswa, melainkan untuk mengenalkan apa saja yang nantinya
akan dipelajari dalam dunia perkuliahan nanti.
Selain ketiga tugas tersebut, panitia TLS juga memberikan
tugas berupa kenalan sesama angkatan 2016, kenalan kakak tingkat (kating) mulai
dari angkatan 2015-2012, serta wawancara dengan DPA masing masing. Semua tugas
tersebut harus ditulis tangan pada buku serta menggunakan bolpoin warna biru. Saya
memanfaatkan tugas ini untuk lebih mengenal teman teman serta kakak tingkat saya. Saya memulai tugas
tersebut dengan mencari kakak tingkat angkatan 2012. Beruntung saat itu kating
angkatan 2012 sedang melakukan pendadaran sehingga mudah untuk ditemui. Satu
per satu saya mendekati kating dan mulai mengakrabkan diri dengan mereka. Setelah
saya selesai berkenalan dengan kating angkatan 2012 saya pun melanjutkan untuk
berkenalan dengan kating angkatan 2013 sampai 2015. Setiap saya menemui kating, entah di loby, di
laboratorium, ataupun di jalan, saya pun langsung berkenalan dengannya serta
menanyakan pengalaman-pengalaman selama berkuliah di DTETI. Dengan berkenalan
dengan kating saya merasakan berbagai manfaat yang didapat. Saran-saran yang
diberikan oleh para kating pun saya ingat selalu.
Setelah selesai berkenalan dengan kakak tingkat, saya pun
melanjutkan tugas kenalan saya yakni
dengan teman satu angkatan. Setiap
bertemu dengan teman seangkatan saya pun langsung berkenalan dengannya,
menanyakan di mana kosnya, dari mana asal daerahnya, sampai menanyakan berapa
no hp nya. Mulai saat itu saya merasakan
berbagai manfaatnya, seperti lebih dekat dengan teman satu angkatan. Suatu hari
saat saya pulang dari DTETI menuju kosan, saya sangat merasa kelelahan dengan
berbagai acara yang dilakukan pada hari itu. Karena saya tak membawa motor,
akhirnya saya jalan kaki. Saat kelelahan memuncak pada tubuh saya, eh ternyata
ada teman yang baru diajak kenalan tadi menemui saya dan menawari untuk pulang
bersamanya naik sepeda motor. Saya pun langsung menerima tawaran tersebut.
Mungkin itu suatu hikmah terbesar yang saya dapatkan dari berkenalan dengan
teman saya tadi yang tak akan terlupakan sampai akhir hayat.
Setelah berkenalan dengan kating serta tema satu angkatan,
saya bersama teman satu DPA melakukan wawancara
dengan DPA kelompok saya, yakni Pak Igi Ardiyanto, Dr.Eng., S.T., M.Eng.
sebelum saya menemui Pak Igi, tentunya kelompok saya sudah janjian untuk
bertemu. Waktu itu wawancara dilakukan setelah ada kuliah dari beliau, yakni
sekitar jam 3 sore. Banyak hal yang saya dapatkan ketika wawancara dilakukan. Pak
Igi selaku narasumber menceritakan banyak pengalaman beliau dalam bidang
pendidikan . Beliau juga memberikan saran serta masukan kepada kelompok saya.
Saran tersebut antara lain kita sebagai mahasiswa harus aktif beorganisasi,
karena nantinya akan sangat berguna pada dunia kerja nanti. Kemudian kita juga
dinasihati untuk saling kenal dengan teman satu angkatan serta mempererat
hubungan antarmahasiswa DTETI. Setelah melakukan wawancara, kemudian saya
bersama teman satu DPA saya melakukan foto dengan Pak Igi untuk kenang-kenangan.
Kegiatan TLS 2016 sangat berkesan bagi saya. Banyak manfaat
yang dapat saya petik dari serangkaian kegiatan tersebut. Semoga dengan
kegiatan tersebut dapat menjadikan hubungan kekeluargaan mahasiswa DTETI
semakin erat dan satu.