Kamis, 08 September 2016

TETI LAB SKILL

Nama saya Mukhamad Burhanudin. Saya merupakan mahasiswa baru UGM jurusan teknik elektro. Asal saya dari Tegal, sebuah kota yang terkenal akan warung makannya, yakni warteg. Orang Tegal juga terkenal akan logatnya saat berbicara, yang sering dikenal dengan istilah ngapak.
Saat mulai memasuki lingkungan DTETI (Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi) tentunya saya menjumpai berbagai hal yang baru dalam hidup saya. Di DTETI saya mulai menemui teman baru, pengajar baru, serta ruangan baru. Ruangannya pun bermacam macam, salah satu jenis ruangan yang harus saya kenali adalah laboratorium. Saya tak akan bisa menjelajahi dan mengetahui letak serta kegunaan setiap ruang laboratorium tersebut. Oleh karena itu saat awal perkuliahan, mahasiswa baru DTETI diberi bekal tentang dunia perkuliahan. Pembekalan tersebut dinamai TETI LAB SKILL (TLS). Sangat banyak kegiatan yang saya jalani. Mulai dari perkenalan dosen serta karyawan yang ada di DTETI, perkenalan ruang laboratorium yang difasilitasi oleh UGM untuk menunjang pemahaman mengenai suatu pelajaran, perkenalan kegiatan yang terdapat di DTETI, serta masih banyak lagi.

Kegiatan yang diselenggarakan pada acara TLS sangat banyak manfaatnya, contohnya saja pada minggu kedua TLS. Saat itu mahasiswa baru diberi tugas oleh panitia untuk membuat suatu program menggunakan bahasa C, membuat suatu karya menggunakan arduino, serta merangkai lampu LED pada papan PCB. Awalnya saya tak tahu apa apa tentang tugas tersebut, malahan saya baru mendengar kata kata tersebut. Saya tidak tahu apa itu arduino, bagaimana cara membuat program menggunakan bahasa C, apalagi untuk merangkai lampu LED, memegang solder pun belum pernah. Pemberian tugas tersebut bukan semata mata untuk memberatkan mahasiswa, melainkan untuk mengenalkan apa saja yang nantinya akan dipelajari dalam dunia perkuliahan nanti.

Selain ketiga tugas tersebut, panitia TLS juga memberikan tugas berupa kenalan sesama angkatan 2016, kenalan kakak tingkat (kating) mulai dari angkatan 2015-2012, serta wawancara dengan DPA masing masing. Semua tugas tersebut harus ditulis tangan pada buku serta menggunakan bolpoin warna biru. Saya memanfaatkan tugas ini untuk lebih mengenal teman teman  serta kakak tingkat saya. Saya memulai tugas tersebut dengan mencari kakak tingkat angkatan 2012. Beruntung saat itu kating angkatan 2012 sedang melakukan pendadaran sehingga mudah untuk ditemui. Satu per satu saya mendekati kating dan mulai mengakrabkan diri dengan mereka. Setelah saya selesai berkenalan dengan kating angkatan 2012 saya pun melanjutkan untuk berkenalan dengan kating angkatan 2013 sampai 2015.  Setiap saya menemui kating, entah di loby, di laboratorium, ataupun di jalan, saya pun langsung berkenalan dengannya serta menanyakan pengalaman-pengalaman selama berkuliah di DTETI. Dengan berkenalan dengan kating saya merasakan berbagai manfaat yang didapat. Saran-saran yang diberikan oleh para kating pun saya ingat selalu.

Setelah selesai berkenalan dengan kakak tingkat, saya pun melanjutkan tugas kenalan saya yakni  dengan  teman satu angkatan. Setiap bertemu dengan teman seangkatan saya pun langsung berkenalan dengannya, menanyakan di mana kosnya, dari mana asal daerahnya, sampai menanyakan berapa no hp nya. Mulai saat itu  saya merasakan berbagai manfaatnya, seperti lebih dekat dengan teman satu angkatan. Suatu hari saat saya pulang dari DTETI menuju kosan, saya sangat merasa kelelahan dengan berbagai acara yang dilakukan pada hari itu. Karena saya tak membawa motor, akhirnya saya jalan kaki. Saat kelelahan memuncak pada tubuh saya, eh ternyata ada teman yang baru diajak kenalan tadi menemui saya dan menawari untuk pulang bersamanya naik sepeda motor. Saya pun langsung menerima tawaran tersebut. Mungkin itu suatu hikmah terbesar yang saya dapatkan dari berkenalan dengan teman saya tadi yang tak akan terlupakan sampai akhir hayat.

Setelah berkenalan dengan kating serta tema satu angkatan, saya bersama teman satu DPA melakukan wawancara  dengan DPA kelompok saya, yakni Pak Igi Ardiyanto, Dr.Eng., S.T., M.Eng. sebelum saya menemui Pak Igi, tentunya kelompok saya sudah janjian untuk bertemu. Waktu itu wawancara dilakukan setelah ada kuliah dari beliau, yakni sekitar jam 3 sore. Banyak hal yang saya dapatkan ketika wawancara dilakukan. Pak Igi selaku narasumber menceritakan banyak pengalaman beliau dalam bidang pendidikan . Beliau juga memberikan saran serta masukan kepada kelompok saya. Saran tersebut antara lain kita sebagai mahasiswa harus aktif beorganisasi, karena nantinya akan sangat berguna pada dunia kerja nanti. Kemudian kita juga dinasihati untuk saling kenal dengan teman satu angkatan serta mempererat hubungan antarmahasiswa DTETI. Setelah melakukan wawancara, kemudian saya bersama teman satu DPA saya melakukan foto dengan Pak Igi untuk kenang-kenangan.

Kegiatan TLS 2016 sangat berkesan bagi saya. Banyak manfaat yang dapat saya petik dari serangkaian kegiatan tersebut. Semoga dengan kegiatan tersebut dapat menjadikan hubungan kekeluargaan mahasiswa DTETI semakin erat dan satu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar